GUNUNG SLAMET
- Letak
![]() |
Gambar 1. Peta Purwokerto, Jawa Tengah
(Sumber : http://bloggke-10.blogspot.co.id/2010_10_01_archive.html)
|
Di Pulau Jawa Gunung Slamet (+ 3428 m) merupakan salah satu gunung api aktif tipe A (pernah meletus sejak tahun 1600). Gunung ini terletak pada posisi 7o14’30" LS dan 109o12’30" BT, dengan wilayah administrasi masuk ke dalam lima wilayah yaitu Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas dan Purbalingga. Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.
- Sejarah pembentukan
Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia pada Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan.
Evolusi tubuh vulkanik dan karakteristik bentang alam, G. Slamet dapat dibagi menjadi tiga periode kegiatan, yaitu G. Slamet Tua, G. Slamet Menengah, dan G. Slamet Muda. Pada kompleks G. Slamet Tua terdapat beberapa bekas kawah dan sumbat lava G. Beser (+ 925 m). Batuan vulkanik Slamet Menengah menyebar ke tenggara, sedangkan batuan Slamet Muda melampar ke timur-timur laut-utara dan sebagian kecil ke barat laut (Djuri dkk. 1975; Supriatman dkk. 1985; Bronto & Pratomo 2010). Di kaki timur G. Slamet Muda dijumpai 35 buah kerucut silinder yang berumur sekitar 0,042 ± 0,020 Ma (Sutawidjaja & Sukhyar 2009). Secara keseluruhan G. Slamet masih memiliki kegiatan kawah pusat, aktivitasnya masih berlangsung yaitu berupa hembusan solfatara, pembentukan kubah lava, serta letusan abu.
- Sejarah erupsi
Erupsi Gunung Slamet selama ini terlihat lemah dibandingkan gunungapi aktif lainnya. Ukuran kantung magmanya diperkirakan kurang dari sepersepuluh Gunung Merapi, juga pengisian material (magma)nya tidak secepat merapi. Kandungan gas dalam magmanya juga rendah, sehingga tidak menyebabkan letusan eksplosif. Letusan Gunung Slamet dikenal dengan nama "strombolian", yaitu letusan sinar pancaran api yang terlihat indah di malam hari.
Kegiatan gunung Slamet mulai tercatat dalam sejarah sejak letusan tanggal 11-12 Agustus 1772. Berdasarkan catatan, dalam kurun waktu 240 tahun terakhir ini, setidaknya gunung Slamet telah melakukan erupsi lebih dari 30 kali. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau lereng gunung Slamet menjadi kawasan yang subur.
Catatan letusan diketahui sejak abad ke-19. Gunung ini aktif dan sering mengalami erupsi skala kecil. Aktivitas terakhir adalah pada bulan Mei 2009 dan sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar. Sebelumnya ia tercatat meletus pada tahun 1999.
Gambar 2. Gunung Slamet 2014
(Sumber : http://www.antaranews.com/berita/423358/aktivitas-vulkanik-gunung-slamet-mereda)
|
Maret 2014 Gunung Slamet menunjukkan aktifitas dan statusnya menjadi Waspada. Berdasarkan data PVMBG, aktivitas vukanik Gunung Slamet masih fluktuatif. Setelah sempat terjadi gempa letusan hingga 171 kali pada Jumat 14 Maret 2014 dari pukul 00.00-12.00 WIB, pada durasi waktu yang sama, tercatat sebanyak 57 kali gempa letusan. Tercatat pula 51 kali embusan. Pemantauan visual, embusan asap putih tebal masih keluar dari kawah gunung ke arah timur hingga setinggi 1 km.[2]
- Keadaan sosial masyarakat
Pemukiman di dekat Gunung Slamet terdapat banyak daerah pariwisata, sehingga warga di daerah tersebut harus berinteraksi dengan para pengunjung. Di daerah ini yang menggunakan bahasa Jawa atau bahasa ngapak, harus bisa berinteraksi dengan para pengunjung dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
Seperti masyarakat pegunungan pada umumnya, masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan cenderung lebih ramah dan membaur antara satu dengan yang lain. Ditambah lagi banyaknya wisatawan dan para pendaki, dengan suasana warga yang ramah membuat para wisatawan dan pendaki menjadi nyaman.
- Keadaan ekonomi masyarakat
Gunung Slamet memiliki potensi pariwisata geologi.
Di lereng timur gunung Slamet, di wilayah kabupaten Purbalingga, terdapat goa berbentuk lorong tempat bersarangnya kelelawar sehingga disebut dengan goa Lawa. Lorong lava terbentuk dari aliran lava basal yang relatif encer (lowviscosity). Pada saat bagian permukaan lava telah membeku, bagian dalamnya masih cair dan tetap mengalir meninggalkan bagian yang telah membeku dalam bentuk lorong. Goa yang terbentuk oleh leleran lava adalah sangat jarang terdapat di Indonesia.
Pada lereng timur gunung Slamet (muda) dijumpai 35 buah kerucut sinder dengan diameter dasar kerucut berkisar antara 130 – 750 m dan tingginya mencapai 250 m. Kerucut-kerucut sinder ini merupakan kelompok gunungapi monogenesis, yang mempunyai umur berkisar 0,042 ± 0,020 Ma, dan ditafsirkan sebagai parasit dari gunung Slamet (menengah – muda).
![]() |
Gambar 3. Baturaden, Purwoketo, Jawa Tengah
(Sumber : http://ajambajor.blogspot.co.id/2014/10/wisata-alam-baturaden-purwokerto.html)
|
Di lereng selatan gunung Slamet, dalam Kawasan Wisata Baturaden, terdapat 7 mata air panas berjajar sehingga disebut dengan pancuran Tujuh. Mata air panas adalah suatu gejala kenampakan panasbumi (geothermal) di permukaan bumi. Kemunculan mata air panas dikontrol oleh struktur sesar atau sistem rekahan yang memencar (radial fractures) dari gunung Slamet. Persentuhan dari sirkulasi air bawah tanah dengan batuan panas yang diakibatkan oleh kebocoran sistem panas bumi di kawasan ini, mengakibatkan terbentuknya aliran air panas ke permukaan bumi.
Pada tahun 1920-an, di Dukuh Satir sekitar kali Glagah di bagian barat gunung Slamet ditemukan berbagai fosil vertebrata, antara lain kura-kura raksasa (Geochelone atlas) dan gajah purba (Sinomastodon bumiajuensis). Selain itu juga ditemukan fosil Bovid secara in-situ pada lapisan konglomerat yang terdapat di Kali Weruh. Fosil gading gajah purba (Stegodon) ditemukan di dalam endapan teras (undak sungai) di tepi Kali Larang, Dukuh Karangasem, Desa Galuh Timur, Kab. Bumiayu. Kawasan tempat ditemukannya fosil-fosil tersebut kemudian dikenal sebagai kawasan Fauna Koningswald.
Baik goa Lawa, pancuran tujuh dan mata air Guci telah dikembangkan sebagai tujuan wisata; sedangkan kawasan kerucut sinder dan kawasan Fauna Kongswald dapat dikembangkan juga menjadi tujuan wisata.
Dengan banyaknya potensi pariwisata di daerah gunung Slamet, membuat masyarakat di daerah ini memiliki mata pencaharian sendiri. Selain di bidang pariwisata, tanah yang subur di daerah ini dapat juga digunakan sebagai mata pencaharian di bidang pertanian dan perkebunan. Biasanya di daerah ini terdapat banyak perkebunan yang menghasilkan sayuran dan buah-buahan. Hasil dari perkebunan ini kemudian di jual.
- Manfaat material
Material hasil erupsi gunung Slamet yang berupa tuffan dapat menyuburkan tanah sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan untuk mata pencaharian masyarakat di sekitarnya.
Selain material berupa abu vulkanik, erupsi juga menghasilkan pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan.


How to make money with cryptocurrency. - WorkTomsake Money
BalasHapusThe งานออนไลน์ best way to make money online with cryptocurrency. We have you covered here. You can also find more information about
Casinos Near Casinos Near Casinos Near by Casino
BalasHapus1. Casimba Casinos. Casimba Casinos, 34,564. Casimba 천안 출장마사지 Casinos, 11,828. 계룡 출장샵 Casimba Casinos, 10,79. Casimba Casinos, 9,724. Casimba Casinos, 8,79. Casimba 서귀포 출장안마 Casinos, 용인 출장샵 7,04. 광양 출장샵 Casimba