Postingan

Fasies dan Diagenesa Batuan Karbonat

Gambar
Batuan karbonat merupakan salah satu jenis batuan sedimen non silisiklastik. Batuan ini mengandung fraksi karbonat  yang lebih besar jumlahnya daripada fraksi non karbonat, jumlah fraksi karbonatnya lebih dari 50%. Selama pembentukannya, batuan karbonat melalui serangkaian proses-proses yang disebut diagenesa. Jadi, diagenesa adalah perubahan yang terjadi pada sedimen secara alami, sejak proses pengendapan awal hingga batas dimana metamorfisme akan terbentuk. Setelah proses pengendapan berakhir, sedimen karbonat mengalami proses diagenesa yang dapat menyebabkan perubahan kimiawi dan mineralogi untuk selanjutnya mengeras menjadi batuan karbonat. Proses diagnesa sangat berperan dalam menentukan bentuk dan karakter akhir batuan sedimen yang dihasilkannya. Proses diagenesa akan menyebabkan perubahan material sedimen. Perubahan yang terjadi adalah perubahan fisik, mineralogi dan kimia. Pada batuan karbonat, diagenesa merupakan proses transformasi menuju batugamping atau dolomi...

TEKTONIKA LEMPENG DAN HUBUNGANNYA DENGAN PETROLOGI

Lempeng merupakan lembaran raksasa yang berbentuk kerak benua dan kerak samudra yang mengapung di permukaan bumi. Tektonik merupakan proses yang menyebabkan pergerakan pada kerak bumi yang mengakibatkan terjadinya lipatan, patahan, dan lekukan serta rekahan. Jadi, yang dimaksud dengan Tektonik Lempeng yaitu pergerakan lempeng-lempeng bumi yang mengakibatkan terjadinya lipatan, patahan, lekukan, serta rekahan. Akibat aktivitas tektonik lempeng yang saling bertubrukan, menunjam, dan bergesekan, yaitu gempa bumi tektonik. Aktivitas tektonik lempeng yaitu pergerakan lempeng-lempeng bumi yang dibagi menjadi tiga tipe, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Divergen merupakan pergerakan dua lempeng yang saling menjauh. Akibat menjauhnya kedua lempeng kerak bumi, mengakibatkan bertambahnya muka laut. Sedangkan konvergen merupakan aktivitas bergeraknya lempeng kerak bumi yang saling mendekat. Dalam aktivitas konvergen ini, terbagi menjadi tiga tipe, yaitu pertemuan antara lempeng samud...

Proses Pembentukan Mineral Sulfida

Gambar
Kelompok mineral sulfida adalah mineral yang bersifat logam. Hal ini dikarenakan mineral sulfida tersusun dari kombinasi antara unsur tertentu dengan sulfur/belerang (S) dengan dicirikan adanya anion S 2- . Biasanya unsur tertentu penyusun mineral sulfida yaitu logam atau semi-logam. Dengan logam sebagai unsur utama kelompok mineral sulfida,  mineral ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Mineral-mineral sulfida tersebut dipisahkan antara unsur logam dengan sulfurnya untuk dimanfaatkan logamnya. Logam-logam tersebut dimanfaatkan sebagai bijih untuk tembaga, seng, timbale, air raksa, bismuth, kobal, arsen, antimony, nikel, dan logam bukan-besi lainnya. Ciri-ciri kelas mineral sulfida ini adalah memiliki kilap logam karena unsur utamanya umumnya logam, berat jenis yang tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Selain itu, mineral sulfida biasanya memiliki system Kristal yang simetris, seperti kubus, tetragonal, dan heksagonal. Diafenitasnya opak, berkilap l...

GUNUNG SLAMET

Gambar
Letak Gambar 1. Peta Purwokerto, Jawa Tengah ( Sumber : http://bloggke-10.blogspot.co.id/2010_10_01_archive.html) Di Pulau Jawa Gunung Slamet (+ 3428 m) merupakan salah satu gunung api aktif tipe A (pernah meletus sejak tahun 1600). Gunung ini terletak pada posisi 7o14’30" LS dan 109o12’30" BT, dengan wilayah administrasi masuk ke dalam lima wilayah yaitu Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas dan Purbalingga. Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Sejarah pembentukan Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia pada Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan. Evolusi tubuh vulkanik dan karakteristik bentang alam, G. Slamet dapat dibagi menjadi tiga periode kegiatan, yaitu G. Slamet Tua, G. Slamet Menengah, dan G. Slamet Muda. Pada kompleks G. Slamet Tu...

Jenis-jenis Batuan Piroklastik

Batuan beku fragmental disebut juga dengan batuan piroklastik. Piroklastik berasal dari kata   pyro   yang berarti api, dan   clastics   yang berarti butiran atau pecahan. Jadi, batuan beku fragmental atau batuan piroklastik merupakan bagian dari batuan vulkanik, khususnya terbentuk oleh proses vulkanik eksplosif (letusan) yang kemudian hasil dari letusan tersebut mengalami lithifikasi. Berdasarkan genesanya, Batuan Piroklastik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : 1.    Piroklastik Jatuhan Endapan jatuhan piroklastik berasal dari erupsi eksplosif. Pada erupsi jenis eksplosif ini, material-material volkanik terlempar ke atmosfer sementara akan tersuspensi dan kemudian jatuh di sekitar pusat erupsi membentuk suatu akumulasi endapan piroklastik. Jika material volkanik jatuh pada lereng vulkan yang curam, maka dapat terjadi gerakan yang disebabkan oleh gravitasi. Dan tumpukan material tersebut akan mengalami lithifikasi membentuk batuan beku fragme...