Jenis-jenis Batuan Piroklastik
Batuan beku fragmental disebut juga dengan batuan
piroklastik. Piroklastik berasal dari kata pyro yang berarti api, dan clastics yang berarti butiran atau pecahan.
Jadi, batuan beku fragmental atau batuan piroklastik merupakan bagian dari
batuan vulkanik, khususnya terbentuk oleh proses vulkanik eksplosif (letusan)
yang kemudian hasil dari letusan tersebut mengalami lithifikasi.
Berdasarkan genesanya, Batuan Piroklastik dibagi
menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Piroklastik Jatuhan
Endapan jatuhan piroklastik berasal
dari erupsi eksplosif. Pada erupsi jenis eksplosif ini, material-material
volkanik terlempar ke atmosfer sementara akan tersuspensi dan kemudian jatuh di
sekitar pusat erupsi membentuk suatu akumulasi endapan piroklastik.
Jika material volkanik jatuh pada
lereng vulkan yang curam, maka dapat terjadi gerakan yang disebabkan oleh
gravitasi. Dan tumpukan material tersebut akan mengalami lithifikasi membentuk
batuan beku fragmental.
Ciri-ciri dari endapan ini adalah
sortasi yang baik karena material yang berat akan jatuh terlebih dahulu, dan
beberapa struktur mirip dengan struktur pada strata sedimen seperti kenampakan
gradasi normal pada pumis maupun lithic fragments.
2. Piroklastik Aliran
Piroklastik aliran dihasilkan dari
gerakan material piroklastik ke arah lateral berupa aliran gas atau material
setengah padat berkonsentrasi tinggi di atas permukaan tanah. Aliran material
ini kemudian mengendap mengikuti topografi pada daerah yang dilalui.
Ciri pada piroklastik aliran yaitu
sortasi yang jelek karena pengendapan berdasarkan topografi sehingga material
tidak tersortasi dengan baik, perlapisan gradasi normal pada lithic. Sedangkan pada
pumis, gradasi yang berlawanan (reverse
grading), densitas yang lebih rendah daripada medianya (aliran
gas/padatan).
3. Piroklastik
Surge
Piroklastik surge dibentuk secara
langsung oleh erupsi freatomagmatik maupun freatik (base surge) dan asosiasinya dengan piroklastik aliran (ash cloud surge dan ground surge),
sehingga terbentuk hampir mirip dengan piroklastik aliran, namun material
piroklastik berada dalam media gas atau padatan berkonsentrasi rendah. Piroklastik
surge ini biasanya mengendap tersebar
dan menyelimuti daerah sekitar erupsi.
Ciri-ciri struktur piroklastik surge
yaitu perlapisan silang siur, dune, antidune, laminasi planar, baji, dan
bergelombang.
Referensi :
Universitas Gadjah Mada 1 BAB III BATUAN PIROKLASTIK.
Yulianto, dkk. 1995. Diktat Praktikum Petrologi. Jurusan Teknik Geologi FT UGM : Yogyakarta.
niceee
BalasHapus